Archive for Oktober 2011

Apa itu Individu , Keluarga dan Masyarakat ??

I. INDIVIDU 

Sebagai manusia kita ditakdirkan sebagai mahluk sosial dan mahluk individu dimana saat manusia berperan sebagai mahluk individu memiliki suatu ciri khas / sesuatu yang membedakan kita dengan orang lain dari ciri khas tersebut dapat diketahui pula sifat dan karakteristiknya .

Pada saat manusia berperan sebagai mahluk individu atau perseorangan berarti seseorang tersebut dapat dikatakan hidup atau tinggal bersama individu yang lain dan diartikan juga belum termasuk interaksi sosial dengan atau antar individu disekitarnya . Pada saat seperti ini individu tersebut cenderung mengeluarkan kemampuannya untuk menghadapi masalah yang dimiliki , sehingga tak jarang begitu banyak masalah-masalah baru yang timbul akibat banyaknya pula cara menyelesaikan masalah yang berbeda dari masing-masing individu .

Berikut adalah masalah yang muncul :

1. Masalah antara dua orang 

    Masalah seperti ini mungkin setiap orang pernah mengalaminya , masalah ini sering dipicu karena hal kecil kita ambil contoh seperti ini , mungkin karena masalah yang dihadapi oleh individu A belum selesai sepenuhnya tiba-tiba individu B datang tentu dengan pembawaan yang berbeda sehingga individu A yang merasa bahwa masalahnya belum selesai merasa terusik dan individu B juga merasa demikian sehingga terjadilah kesalah pahaman yang dapat menimbulkan perkelahian .

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa setiap individu memiliki masalahnya masing-masing dan memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalahnya tersebut sehingga dari cara yang berbeda tersebut terkadang dapat membuat individu lain merasa terganggu karena pastinya tiap individu selalu menganggap bahwa cara yang dia lakukan adalah benar .

Jika menyangkut dengan individu berarti menyangkut juga privasi/rahasia pribadi seseorang sehingga untuk mencari solusi dari masalah diatas adalah kesadaran dari masing-masing individu bahwa dalam hidup bermasyarakat diperlukannya rasa tenggang rasa dan gotong royong terhadap sesama sehingga jika seseorang individu melakukan perkelahian,tawuran dan perang di negara ini dapat diakatakan perilaku tersebut adalah perilaku melanggar hukum dan pantas diberikan sanksi sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku di indonesia .


II. KELUARGA

Jika kita membahas suatu keluarga maka tentunya yang ada difikiran kita semua merupakan kumpulan dari individu yang memiliki hubungan darah dan memiliki kewajiban dan tanggung jawab antara individu tersebut .

Karena keluarga merupakan kumpulan dari individu berarti dalam kelurga tersebut telah terjalin suatu interaksi sosial dan berarti pula individu berperan sebagai mahluk sosial dimana di dalam hidupnya manusia membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri .

Jika dalam pembahasan sebelumnya individu cenderung menyelesaikan masalahnya sendiri jika berperan sebagai mahluk individu lain halnya dengan individu yang berperan sebagai mahluk sosial di dalam lingkungan keluarga karena jika individu telah memiliki kelompok sosial maka ia cenderung melibatkan individu lain di dalam kelompok sosialnya untuk membatunya menyelesaikan masalahnya .

Namun ketika individu berperan sebagai mahluk sosial bukan berarti tanpa masalah justru karena menjadi mahluk sosial maka masalah yang akan dihadapi juga akan semakin banyak dan beragam yang tentunya harus diselesiakan secara kelompok sosial bukan secara individu .

Berikut adalah masalah yang timbul saat individu berperan sebagai mahluk sosial baik di dalam keluarga dan masyarakat :

1. Masalah Antar Kelompok-kelompok Sosial
a. Masalah Antar Anggota Keluarga

Pada saat seseorang mengalami masalah dengan orang lain dalam keluarga maka ia cenderung akan menceritakan dan meminta bantuan kepada anggota keluarga yang lain untuk meyelesaikan atau minimal memberikan solusi akan masalahnya .
Contoh : 
Jika seorang adik memiliki masalah dengan sang kakak maka biasanya sang adik akan sangat terbuka menceritakan maslahnyanya tersebut kepada anggota keluarga yang lain dalam hal ini adalah Ayah , Ibu atau anggota keluarga lainnya untuk sekedar menacrikan solusi yang terbaik agar masalah yang ada tidak berlarut-larut.

b. Tawuran Antar Kelompok Agama

Peristiwa seperti ini sering terjadi dan dapat dilihat dimana-mana khususnya media elektronik seperti televisi yang dengan lugas menampilkan tawuran atau perselisihan antar kelompok agama . Dalam hal ini hendaklah menjadi suatu pembelajaran agar peristiwa seperti ini tidak terulang dan tidak memakan korban yang semakin bertambah . 

Di negara kita ini pemerintah memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk menganut agama sesuai keinginannya dan seharusnya sebagai negara yang dikenal dengan prinsip Bhineka Tungal Ika ini mampu mengatasi perbedaan tersebut dengan hati terbuka karena yang seharusnya terjadi adalah antar kelompok agama dapat berjalan berdampingan/harmonis ditengah perbedaan yang ada bukan justru mengkalim bahwa agamanyalah yang benar .

c. Masalah Antara Kelompok Terorganisir dan Kelompok Tidak Terorganisir

Dalam pembahasan ini kita dapat ambil contoh dari demonstrasi yang seringkali menimbulkan konflik antara demonstran dan anggota kepolisian yang mentertibkan proses demonstrasi .

Masalah yang terjadi adalah dipicu karena dari pihak demonstran yang melakukan demonstrasi merasa polisi mengganggu dan menghambat aspirasi mereka untuk sampai kepada seseorang atau instansi yang mereka inginkan sedangkan dari anggota kepolisian karena merasa ia sedang menjalankan tugasnya sehingga ia terkadang mudah terpancing amarahnya karena ulah sang demonstran yang sulit untuk diberikan pengertian sehingga terjadilah kesalah-pahaman antara demonstran dan aggnota kepolisian . 

Adapun solusi untuk maslah diatas adalah :

- Hendaknya para demonstran yang melakukan demonstrasi memperhatikan peraturan tentang apa saja yang harus dilakukan pada saat sebelum dan pada saat  melakukan aksi demo atau menyampaikan aspirasi mereka , hal ini dimaksudkan untuk terciptanya ketertiban , baik ketertiban lalu lintas maupun ketertiban lingkungan


III. MASYARAKAT 

Jika individu merupakan perseorangan dan keluarga merupakan kumpulan individu yang memiliki hubungan darah maka masyarakat merupakan kumpulan individu yang menjadi satu baik yang memiliki hubungan darah atau tidak karena menetap disuatu wilayah sehingga terjalin sebuah interaksi sosial didalamnya .

Sudah pernah dibahas dalam pembahasan sebelumnya bahwa dalam hidup bermasyarakat seringkali ditemukan berbagai konflik dan masalah akibat adanya individu yang membetuk kelompok sosial dama masyarakat yang tentunya dapat berdampak buruk kepada negara ini jika tidak ditangani .

Berikut masalah yang seringkali terjadi :

a. Penggusuran tempat dagang dan rumah tanpa IMB dan tanpa SITU ,

Di berbagai media elektronik sering sekali menampilkan penggusuran rumah dan lahan perdagangan tanpa IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan SITU (Surat Izin Tempat Usaha) , masalah yang terjadi adalah konflik antara warga yang mengalami penggusuran dengan pihak yang melakukan penggusuran karena dari pihak warga yang digusur tempat tinggal atau lahan usahanya mengaku sering membayar uang bangunan tiap bulannya kepada seseorang yang tidak diketahui asal-usulnya sedangkan dari phak yang memliki lahan merasa tidak terima jika lahannya dijadikan tempat usaha bagi orang lain .

b. Razia Gelandangan dan Pengamen

Konflik yang terjadi kali ini memang sering disaksikan di berbagai tepat khususnya di kota-kota besar , puncak masalahnya adalah seringkali pengamen,pengemis dan gelandangan ini kejar-kejaran dengan petugas karena merasa tidak pantas ditangkap dan dirazia petugas karena mereka menganggap bahwa mereka hanya mencari nafkah bagi keluarganya dan mereka juga menganggap masyarakat tidak merasa terganggu dengan adanya mereka sedangkan dari pihak petugas merasa mereka hanya menjalankan tugasnya untuk mentertibkan kota .

Dari masalah diatas dapat dicarikan solusi bahwa seharusnya pengamen,pengemis dan gelandangan memiliki jaminan akan kehidupannya dan mereka haruslah mendapatkan tempat hunian yang layak dan selain itu perlu disediakan bagi mereka lapangan kerja yang luas untuk menenkan tingkat kemiskinan , pengangguran dan tindak kriminal di Indonesia .

Masih banyak lagi contoh yang merupakan masalah ketika kita hidup bermasyarakat , contoh diatas merupakan dua contoh dari sekian banyak contoh masalah yang harus segera dicarikan solusinya karena jika tidak akna berdampak buruk bagi kemajuan bangsa ini , ini adalah masalah bersama yang melibatkan rakyat dan pemerintahnya .


IV. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU , KELUARGA DAN MASYARAKAT


Dari gambar diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita memulai semuanya dari individu/dari diri kita sendiri setelah itu terbentuk perkumpulan antar individu yang memiliki hubungan darah atau keluarga dan dari sinilah masing-masing individu membentuk karakter pertama kalinya , setelah itu sebagai mahluk sosial tentu individu memiliki keinginan untuk bersosialisasi dan membentuk sebuah masyarakat yang nebcakup perkumpulan individu yang lebih luas . Dalam hal ini individu , keluarga dan masyarakat memiliki hubungan dimana antar hubungaan tersebut mengalami proses interaksi sosial yang bertahap .
Kamis, Oktober 27, 2011
Posted by Agung Dermawan

Masalah dan Solusi akibat adanya Penduduk , Masyarakat dan Kebudayaan

A.   PENDUDUK

       Dalam sub bab penduduk ini tentu kita mengerti apa definisi dari penduduk tersebut , Ya penduduk merupakan kumpulan dari individu-individu dan menetap dan tinggal disuatu daerah/wilayah tertentu. Di  kota-kota besar jumlah penduduk sudah terlalu padat dan membutuhkan solusi yang ampuh untu  mengatasinya .

       Berikut adalah masalah yang timbul akibat adanya penduduk yang melebihi rata-rata :

       1.   Gizi Buruk

 
             Banyak faktor dan penyebab mengapa gizi buruk bisa menghinggapi tubuh masyarakat di Indonesia salah satunya adalah karena masyarakat tidak memiliki pengetahuan yg cukup tentang seberapa  pentingnya menjaga kesehatan. Biasanya disebabkan kurangnya pasokan gizi pada saat ibu sedang mengandung ataupun padda saat anak mulai tumbuh .


        2.     Persaingan lapangan pekerjaan

                

sumber gambar : kbm-km.blogspot.com
              
                Persaingan lapangan pekerjaan ini di sebabkan oleh pertumbuhan penduduk di negara kita yang sangat tinggi dan rupanya pertumbuhan penduduk ini tidak sebanding dengan jumlah   lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah selama ini sehingga yang terjadi adalah bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia .


         3.    Meningkatnya jumlah kemiskinan


sumber gambar:baltyra.com

                Meningkatnya jumlah kemiskinan ini di sebabkan oleh kurang berkembangnya kreatifitas dari masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri hal tersebut bukan tanpa alasan karena untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri membutuhkan keterampilan dan keahlian  khusus yang mana untuk mendapatkan itu semua masyarakat membutuhkan sarana pendidikan , sedangkan di negeri kita ini sarana pendidikan masih belum dapat dirasakan semua rakyatnya  karena faktor kemiskinan .


         4.     Persaingan untuk mendapatkan pemukiman

                 Persaingan untuk mendapat permukiman yang layak ini biasa terjadi didaerah perkotaan yg padat, dan permasalahan seperti ini biasa terjadi karena perumahan yang tidak memadai dan kondisi  rumah yang sudah tak layak huni . Namun tidak semua masyarakat bersaing untuk mendapatkan pemukiman yang layak , nyatanya banyak juga masyarakat yang memilih tetap tinggal yang sudah bertahun-tahun menjadi tempat tinggalnya dengan alasan sudah terbiasa dan warisan dari nenek moyang sehingga mereka engga   untuk meninggalkannya 

                 Begitu banyak pula masyarakat yang memiliki keinginan besar untuk pindah dari tempat tinggalnya yang mereka anggap sudah tak layak namun mereka masih bingung untuk berpindah kemana sehingga mereka terpaksa menetap di rumah tersebut sambil menunggu pemerintah dapat  menciptakan rumah layak huni ubutuk mereka .

          5.    Rendahnya kesempatan pendidikan

                 Di negara kita ini memiliki tingkat kekahiran yang tinggi namun tidak didampingi dengan tingka  kematian , dengan demikian tentu semakin banyak fasilitas dan jumlah tenaga kerja guru yang   diperlukan, namun sebagai hasilnya tidak setiap anak memiliki kesempatan untuk bersekolah  dan mendapatkan pendidikan yang layak dan memadai.

          Diatas merupakan contoh atau dampak yang diakibatkan jumlah penduduk yang padat , namun 
disamping itu ternyata pemerintah pun tidak tinggal diam , pemerintah juga beberapa kali melakukan upaya untuk mengurangi kepadatan penduduk dan dampak yang diakibatkannya , yaitu dengan cara : 

          1.  Mengadakan program KB
          2.  Menekan tingginya tingkat transmigrasi dengan cara mengembalikan kembali para transmigran ke  
               kota asal mereka 
          3.  Pemecahan secara otoritatif
          4.  Pemecahan secara ilmiah
          5.  Pemecahan secara metafisik


B.    MASYARAKAT

       Masyarakat dan penduduk hampir memiliki kesamaan , yang berbeda hanyalah jika penduduk adalah individu-individu yang tinggal dan menetap dalam suatu daerah/wilayah lain halnya dengan masyarakat ,  masyarakat juga merupakan individu yang tinggal di suatu daerah namun mereka bukan hanya sekedar tinggal dan menetap namun mereka juga menciptakan suatu perkumpulan,aliran bahkan kebudayaan di daerah tersebut sehingga dengan demikian mereka memiliki visi dan misi yang sama 

       Namun masyarakat yang demikian juga memiliki beberapa permasalahan , diantranya :

       1.  Masyarakat yang memiliki aliran/perkumpulan/kebudayaan akan cenderung menganggap bahwa apa  yang dia geluti atau lakukan adalah  benar dan menganggap masyarakat yang tidak ikut serta didalamnya adalah salah , sehingga sering terjadi konflik antara penganut/aliran-aliran yang didalamnya terdapat beberapa masyarakat dan ini merupakan permasalahan yang harus segera diselesaikan .

        2.  Masyarakat yang mengaku sebagai fans fanatik seseorang atau dalam artian masyarakat ini membuat sebuah perkumpulan yang isinya yaitu membela apa yang dilakukan oleh seseorang tersebut 
meskipun apa yang dilakukan tersebut salah dimata orang lain yang tidak tergabung didalamnya . 


             Kita ambil contoh dalam pemiilihan Kepala Desa, suatu masyarakat mendukung Bpk.A untuk menjadi Kepala Desa namun disisi lain masyrakat yang lainnya mendukung Bpk,B untuk menjadi     Kepala Desa , dalam hal ini masyarakat yang mendukung Bpk.A akan melakukan apapun agar Bpk.A tersebut menjadi Kepala Desa begitu juga sebaliknya .

            Hal ini merupakan suatu masalah dalam masyarakat karena jika dibiarkan akan mendarah daging bagi generasi selanjutnya karena dari contoh diatas kita semua tau bahwa para pendukung atau fans   fanatik mungkin saja akan melakukan kecurangan dan jika dibiarkan akan bertambahnya jumlah    KKN karena apa yang mereka lakukan hanyalah untuk kepentingan anggota dan diri sendiri tanpa  mementingkan masyarakat umum .

C.    KEBUDAYAAN

        Jika tadi kita sudah membahas tentang individu dan masyarakat maka kali ini kita mebahas tentang kebudyaan . Kebudayaan lahir dari suatu individu yang memebentuk masyarakat dan dari situ dari suatu pemikiran lahirlah sebuah kebudayaan .

        Banyak kebudayaan yang lahir dan tumbuh di Indonesia diantaranya :

        1.   Sosial

              Dalam kebudayaan sosial ini berkaitan erat dengan ras dan suku yang ada di Indonesia dan begitu banyak suku di Indonesia yang telah tumbuh dan berkembang diantaranya :
           
              * Suku Batak di Sumatera 
              * Suku Dayak di Kalimantan 
              * Suku Betawi di Jawa
              * Suku Asmat di Papua
              * Dan masih banyak lagi suku-suku lain di Indonesia

              Suku-suku di Indonesia memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing termasuk tradisi sosialnya  namun suku-suku di Indonesia sudah tidak begitu terlihat seolah tenggelam oleh kemajuan teknologi  sehingga suku-suku dan pemaianannya sering dilupakan . 

        2.   Teknologi

               Kebudayaan teknologi yang dimaksud adalah kebudayaan masyarakat dalam menemukan beberapa hal penting sebagai penunjang hidup.Berikut macam-macam budaya teknologi

               1. Senjata

                   contoh kebudayaan teknologi :
                   Keris dari Jawa Tengah , Rencong dari Aceh dan Mandau dari Kalimantan dll

               2.  Pakaian
                   
                   Contoh kebudaayan pakaian :

                    Baju Bodo dari Sulawesi , Kebaya dari Jawa , Batik dan Songket dll

               3.  Rumah

                    Contoh : Rumah Joglo dari Jawa , Rumah Gadang dari Sumatera Barat dll

               4.   Kesenian

               Dalam kebudayaan kesenian terdiri dari Sastra/Bahasa,Lagu,Tarian,Alat Musik , Ya tentu kita  tau bahwa begitu banyak bahasa di Indonesia ini yaitu bahasa sunda ,bahasa jawa, bahasa madura dan masih banyak lagi , begitu juga dengan Lagu kita tau banyak lagu-lagu tradisional yang sering kita lupakan karena kalah populer dengan lagi pop jaman sekarang contohnya  aitu ampar-ampar pisang,cing cangkeling,suwe ora jamu dan lain lainnya .

                      Tarian dan alat musik di Indonesia juga tidak kalah banyak diantaranya Tari saman dari aceh ,tari kecak dari Bali , tari lulo dari sulteng dan masih banyak lagi . Alat musik tradisional  contohnya angklung,gamelan,sasando dan masih banyak lagi .

C.   HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU , MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN 




        Dari grafik diatas kita dapat mengetahui bahwa antara individu , masyarakat dan kebudayaan memiliki hubungan atau dapat diakatakan berkesinambungan karena masyrakat terbentuk karena ada beberapa individu yang berkumpul dan menciptakan perkumpulan sedangkan kebudayaan terbentuk atas dasar pemikiran dari masyrakat tersebut sehingga jika salah satu dari komponen diatas tidak ada maka tidak akan terbentuk suatu kebudayaan ataupun masyrakat .


Baiklah pada pembahasan tentang individu , masyarakat dan kebudayaan kali ini saya cukupkan dan saya memohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam pengetikan karena sya masih dalam proses pembelajaran dan apabila ada kritik dan saran atas tulisan ini dapat berikan komentar dibawah 

Terima kasih .
Kamis, Oktober 20, 2011
Posted by Agung Dermawan

Pengenalan Diri dan Permasalahan di Lingkungan Masyarakat

A.   PENGENALAN DIRI

      
Sebagai perkenalan di awal penulisan izinkan saya untuk mengenalkan diri saya , nama saya dari kecil sampai saat ini masih sama yaitu Agung Dermawan , tinggal di daerah Bekasi mulai tahun 1990-an dan bukan merupakan waktu yang singkat bagi saya untuk mengenal segala permasalahan yang ada di kota besar seperti Bekasi dan Kota Jakarta .

Begitu banyak permasalahn yang dapat saya temui begitu saya pijakkan langkah dan melihat keluar , ada permasalahan individu yang terdiri dari pembunuhan , tindak kriminal , perampokan , pemerkosaan dan masi banyak yang lainnya serta masalah yang melibatkan lingkungan yaitu sampah , pencemaran udara , penebangan liar , tentu contoh tersebut adalah contoh yang pernah kita lihat bahkan kita alami . 


Saya pribadi pernah mengalami tindak pencurian tersebut sebanyak dua kali , yang pertama tepatnya bulan September 2009 saya mengalami pencurian sepeda dan yang kedua mengalami pencurian sepeda motor pada tahun 2010 .

Segala permasalahan tersebut sering ditemukan di daerah-daerah padat penduduk maupun daerah-daerah jarang penduduk dan memang bukan permasalahan yang mudah untuk dicari jalan keluar atau solusinya karena butuh campur tangan dan kesadaran semua individu untuk mewujudkannya .

B. PERMASALAHAN SOSIAL MASYARAKAT 


Mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat yang tinggal di kota besar seperti Jakarta ini dengan kata masalah sosial dalam masyarakat , Ya kita dapat melihat contoh masalah-masalah tersebut di media elektronik seperti televisi , radio maupun media cetak seperti koran . 

1. Masalah-masalah kependudukan

Masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu disebut penduduk. Jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah menentukan padat tidaknya di wilayah tersebut. Kita akan membahas beberapa masalah kependudukan yang terjadi di negara kita. Masalahmasalah kependudukan yang terjadi di Indonesia antara lain persebaran penduduk yang tidak merata, jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan
penduduk yang tinggi, rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan per kapita, tingginya tingkat ketergantungan, dan kepadatan penduduk.


a. Persebaran penduduk yang tidak merata


Wilayah negara kita sangat luas. Penduduk yang tinggal di wilayah negara kita tidak merata. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya.

Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sangat padat. Menurut sensus tahun 2000, setiap satu kilometer persegi didiami lebih dari dua belas ribu orang. Ini sangat berbeda dengan Provinsi Kalimantan Barat. Di sana hanya ada 27 orang yang mendiami wilayah seluas satu kilometer persegi.


b. Jumlah penduduk yang begitu besar


Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak. Indonesia menduduki urutan keempat negara terbanyak jumlah penduduk setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 adalah 205,8 juta jiwa.


c. Pertumbuhan penduduk yang tinggi


Jumlah penduduk Indonesia sudah sangat banyak. Jumlah ini akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah penduduk juga tinggi.

Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian.


d. Kualitas penduduk rendah


Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Ini mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk Indonesia.

Masyarakat Indonesia kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus.


e. Rendahnya pendapatan per kapita


Pendapatan per kapita artinya rata-rata pendapatan penduduk setiap tahun. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia masih rendah. Remdahnya pendapatan per kapita rendah berkaitan erat dengan banyaknya masyarakat miskin.


f. Tingginya tingkat ketergantungan


Penduduk yang tidak tidak bekerja disebut penduduk yang tidak produktif. Biasanya penduduk yang tidak bekerja adalah yang telah berusia lanjut atau masih anak-anak dan remaja.

Mereka ini disebut usia nonproduktif. Penduduk nonproduktif menggantungkan hidupnya pada penduduk produktif (bekerja). Karena usia nonproduktif tinggi, maka tingkat ketergantungan di Indonesia cukup tinggi.


g. Kepadatan penduduk

Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran,
kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya.


Image:dgr.JPG


Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah-masalah kependudukan di atas. Upaya yang sudah dijalankan pemerintah antara lain sebagai berikut.

1. Menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana.
2. Melaksanakan program transmigrasi.
3. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
4. Membuka lapangan kerja sebanyak mungkin, dan sebagainya.


2. Tindak kejahatan

Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan.

Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman. Perampokan dan penodongan menggunakan senjata api sering terjadi di kota besar. Di desa pun sering terjadi pencurian.

Misalnya, ada yang mencuri ternak, hasil pertanian, hasil hutan, dan sebagainya.


Image:maling nyuri.JPG


Tindak kejahatan pencurian dan perampokan sering disebakan oleh masalah kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk menciptakan lapangan kerja. Selain itu, kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkat-kan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga. Sementara itu, aparat keamanan, terutama polisi harus mampu memberantas tindak kejahatan. Masyarakat diharapkan membantu polisi.


3. Masalah sampah

Salah satu masalah sosial yang dihadapi masyarakat adalah sampah. Masalah sampah sangat mengganggu, terutama kalau tidak dikelolah dengan baik. Bagaimana dengan pengelolaan sampah di lingkunganmu? Bagi masyarakat pedesaan, sampah mungkin belum menjadi masalah
serius.

Tapi, tidak demikian dengan masyarakat yang tinggal di kota atau di daerah padat penduduk. Masyarakat kota dan daerah padat penduduk menghasilkan banya sekali sampah.

Sampah segera menumpuk jika tidak segera diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Kebersihan, memikul tang-gung jawab dalam mengelola sampah. Sampah yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap.

Sampah yang ditumpuk dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular. Misalnya, muntah berak (muntaber), penyakit kulit, paru- paru, dan pernapasan. Karena itu, kalau kamu perhatikan, di lingkungan tempat tinggalmu ada selalu ada petugas sampah.

Masalah lain berkaitan dengan sampah adalah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Di banyak tempat banyak warga yang biasa membuang sampah ke sungai dan saluran air. Sungai dan aliran air menjadi mampet. Akibatnya, sering terjadi banjir jika hujan lebat.
Image:dam muara.JPG

Semua warga masyarakat harus ikut serta mengelola sampah. Warga bisa mengurangi masalah sampah dengan tertib mengelola sampah. Kita biasakan untuk memisahkan sampah plastik dari sampah basah. Kemudian kita menaruh sampah di tempat semestinya.


4. Pencemaran lingkungan


Ada beberapa jenis pencemaran , diantarnya pencemaran air dan pencemaran udara. Perairan bisa tercemar karena ulah manusia, misalnya membuang sampah ke sungai dan menangkap ikan dengan menggunakan pestisida. Sungai, danau, atau waduk juga menjadi tercemar kalau pabrik-pabrik membuang limbah industri ke sana. Pencemaran mengakibatkan matinya ikan dan makhluk lainnya yang hidup di air. Akhirnya, manusia juga menderita kerugian.


Image:alu padat.JPG

Udara yang kita hirup adalah udara yang sangat kotor. Bayangkan apa yang terjadi dengan paru-paru kita, kalau kita menghirup udara yang sangat kotor seperti itu. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi pencemaran udara. Misalnya, membuat taman kota dan menanam pohon sebanyak-banyaknya.

Kita sebagai warga negara sebaiknya ikut serta dalam program ini. Selain itu, kalau kita memiliki kendaraan bermotor, usahakan supaya kendaraan tersebut layak dipakai. Jangan sampai kendaraan milik kita mengeluarkan banyak asap. Kalau bepergian ke mana-mana, sebaiknya menggunakan kendaraan umum. Jumlah kendaraan di jalan jadi berkurang.


5. Kebakaran

Masalah sosial lainnya yang juga sering dihadapi warga masyarakat di lingkunganmu adalah kebakaran. Kebakaran yang terjadi di masyarakat umumnya merupakan kebakaran pemukiman. Sebuah rumah terbakar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.

Penyebabnya antara lain kompor meledak dan sambungan arus pendek (korsleting) listrik. Karena itu, masyarakat harus sangat hatihati dengan dua hal ini. Kebakaran pemukiman kumuh dan padat penduduk umumnya merusak sebagian bahkan seluruh rumah yang ada di sana.

Ini disebabkan karena bahan-bahan yang dipakai untuk membangun rumah memang mudah terbakar. Selain itu, jalan masuknya sempit sehingga sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran.


Image:bakar-bakar.JPG


Kebakaran pemukiman sangat menyusahkan warga. Kita harus berusaha mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan kita. Caranya antara lain sebagai berikut.

1. Merawat kompor supaya layak pakai dan tidak bermasalah.
2. Merawat jaringan listrik. Kabel yang mulai mengelupas diganti.
3. Mematikan kompor setelah memasak.
4. Berhati-hati menggunakan lilin dan korek api.

Kebakaran hutan sering terjadi pada musim kemarau. Asap kebakaran hutan banyak sekali. Asap kebakaran hutan mengganggu kesehatan dan lalu lintas. Selain itu, kawasan hutan akan semakin berkurang.

Kalau terjadi kebakaran, segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran terdekat. Warga juga harus saling membantu memadamkan api. Dan yang juga penting adalah mencegah terjadinya kekacauan atau aksi pencurian yang biasanya ikut terjadi pada saat terjadi kebakaran.


6. Rusaknya atau buruknya fasilitas umum

Beberapa fasilitas umum yang mudah dijumpai adalah sarana transportasi (kereta api, bis, angkot, kapal laut, kapal terbang), sarana pendidikan (sekolah), sarana kesehatan (Puskesmas, balai kesehatan ibu anak, Posyandu, rumah sakit), dan sarana hiburan (rekreasi).

Image:kereta glempang.JPG
Fasilitas umum menjadi masalah sosial karena Fasilitas umum digunakan secara bersama oleh masyarakat. Jika fasilitas umum itu rusak, maka masyarakat tidak bisa menggunakannya.

Ratusan bahkan ribuan warga masyarakat terlantar. Mereka tidak bisa bepergian ke tempat lain. Mereka juga pasti menderita kerugian yang sangat besar. Coba kamu perhatikan keadaan fasilitas umum di lingkunganmu. Banyak fasilitas umum dalam keadaan rusak atau tidak terpelihara. Banyak sarana transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal sudah tua dan kotor.

Demikian juga fasilitas-fasilitas sosial lainnya seperti telpon umum, WC umum, tempat hiburan dan rekreasi, dan sebagainya.

Fasilitas umum memang dipelihara dan dijaga oleh pemerintah. Meskipun demikian, masyarakat harus membantu merawat dan menjaga supaya tidak cepat rusak. Kalau ada fasilitas umum yang rusak, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang.


7. Perilaku tidak disiplin

Dalam hidup sehari-hari kita menjumpai banyak sekali perilaku tidak disiplin. Kita ambil contoh keadaan di jalan raya. Salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas adalah perilaku tidak disiplin. Contoh perilaku tidak disiplin di jalan raya antara lain sebagai berikut.

1. Menjalankan kendaraan melawan arus. Hal ini umumnya dilakukan
    pengendara sepeda motor.

2. Mengendarai sepeda motor di tempat yang bukan semestinya, misalnya di
    trotoar dan jalur cepat.

3. Pengandara mobil yang parkir sembarangan.

4. Angkot dan bis sering berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan atau
    menurunkan penumpang.

5. Pejalan kaki menyebrang jalan meskipun rambu untuk pejalan kaki
    menyala   merah. Banyak juga pejalan kaki yang menyeberang bukan pada
    tempat semestinya.

Masih banyak lagi contoh perilaku tidak disiplin dalam masyarakat. Misalnya perilaku tidak disiplin menempatkan sampah, tidak disiplin membayar pajak, tidak disiplin dalam antre, dan lain-lain. Coba kamu sebutkan tiga lagi contoh perilaku tidak disiplin di lingkunganmu.


8. Penyalahgunaan narkoba dan alkohol

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Narkotika adalah obat untuk menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan rangsangan, contohnya morfin, heroin, dan kokain. Zat-zat yang tergolong narkoba umumnya dipakai dalam dunia medis.

Siapa pun yang menggunakannya untuk tujuan di luar tujuan pengobatan (medis) tergolong tindakan yang salah. Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah sosial yang sangat serius.

Pemakai narkoba akan kecanduan. Zat-zat itu perlahan-lahan merusak tubuh pemakainya. Banyaknya peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan.

Negara kita memiliki hukum yang sangat keras yang mengatur peredaran narkoba. Siapa yang berani mengedarkan narkoba jenis apapun akan dihukum sangat berat. Mereka yang menggunakannya pun bisa dihukum. Demikian pula penggunaan alkohol.

Agama telah melarang umatnya untuk mengkonsumsi alkohol. Negara kita juga memiliki undang-undang yang melarang penjualan alkohol di sembarang tempat. Meskipun demikian, masih ada banyak orang yang menyalahgunakan alkohol sehingga menagakibatkan seseornag mabuk dan dalam keadaan mabuk, orang bisa melakukan apa saja, termasuk kejahatan. Keadaan ini tentu akan mengganggu ketertiban masyarakat.

Image:polisi grebek.JPG
Masing-masing kita menahan diri untuk tidak menggunakannya. Kita juga mengingatkan saudara-saudara kita, teman, atau orang lain untuk menghindari hal ini. Kalau melihat ada penyalahgunaan narkoba, kita bisa melapor ke pihak berwajib.


9. Pemborosan energi

Sumber energi berupa bahan bakar (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) suatu ketika akan habis. Sumber energi ini tidak dapat diperbarui.
Karena itu, kita harus hemat memakainya supaya sumbersumber energi ini tidak cepat habis.

Contoh cara menghemat energi antara lain sebagai  berikut.

1. Mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan.
2. Bepergian naik kendaraan umum atau sepeda.
3. Memanfaatkan sumber energi alternatif misalnya dari tumbuhtumbuhan, angin, air, dan matahari.


10. Kelangkaan barang-barang kebutuhan

Dalam masyarakat kita beberapa kali terjadi kelangkaan barang kebutuhan tertentu. Beberapa waktu yang lalu masyarakat kesulitan mendapatkan kedelai. Akibatnya, kegiatan industri berbahan baku kedelai, seperti industri tahu, tempe, susu kedelai, dan kecap terganggu. Barang-barang kebutuhan yang sering langka antara lain minyak tanah dan minyak sayur.

Kelangkaan barang-barang kebutuhan sehari-hari meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, kelangkaan barang-barang termasuk
masalah sosial. Pemerintah mempunyai tugas memastikan bahwa persediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari cukup. 


referensi materi :
http://www.crayonpedia.org/mw/MASALAH-MASALAH_SOSIAL_DI_LINGKUNGAN_SETEMPAT_4.2_TANTYA_HISNU
Jumat, Oktober 07, 2011
Posted by Agung Dermawan

Folowers

About Me

Foto Saya
Agung Dermawan
studied hard !
Lihat profil lengkapku

Total Pageviews

Popular Post

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Welcome to thomfilezone -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -